Iklan Berbasis Data Pihak Pertama: Strategi Pemasaran Masa Depan untuk UMKM
Mengapa data pelanggan milik sendiri menjadi modal utama iklan di era privasi, dan cara UMKM mengumpulkannya dengan etis untuk iklan online dan offline.
Baca artikelTujuh tren yang membentuk periklanan beberapa tahun ke depan — dan apa artinya bagi brand di Bali dan Indonesia.
Dunia periklanan sedang berubah lebih cepat daripada kapan pun. Kanal yang dulu terpisah — TV, baliho, media sosial, mesin pencari — kini saling terhubung dan semakin bisa diukur. Berikut tujuh tren yang perlu dipahami setiap pemilik brand.
AI kini membantu membuat variasi teks, visual, hingga video dalam hitungan menit. Platform iklan besar juga semakin mengandalkan AI untuk memilih audiens dan penempatan secara otomatis. Dampaknya: produksi kreatif lebih cepat, dan pengujian banyak versi iklan (A/B testing) menjadi praktik standar.
Namun peran manusia tetap penting: strategi, ide besar, pemahaman budaya lokal, dan menjaga konsistensi brand. AI adalah akselerator, bukan pengganti arah.
Browser dan sistem operasi ponsel semakin membatasi pelacakan pengguna lintas situs dan aplikasi, sementara regulasi seperti UU Pelindungan Data Pribadi di Indonesia memperjelas kewajiban pengelolaan data. Iklan yang mengandalkan pelacakan agresif semakin sulit dijalankan.
Brand yang memiliki hubungan langsung dengan pelanggan — lewat CRM, membership, newsletter, atau WhatsApp yang disetujui — akan lebih unggul. Data ini dapat digunakan (dengan izin) untuk personalisasi pesan dan untuk membangun audiens serupa di platform iklan.
Mesin pencari dan asisten AI kini sering menampilkan jawaban ringkas langsung di hasil pencarian. Brand perlu konten yang benar-benar menjawab pertanyaan, terstruktur rapi, dan kredibel — seperti artikel blog yang mendalam — agar tetap ditemukan dan dikutip.
Marketplace, aplikasi pesan-antar, dan jaringan ritel menjual ruang iklan di dalam platform mereka. Keunggulannya: iklan tampil saat konsumen sudah dalam mode membeli, dan hasilnya dapat dikaitkan langsung dengan penjualan.
Layar LED di jalan, pusat belanja, dan bandara kini dapat menampilkan materi berbeda berdasarkan jam, cuaca, atau momen tertentu, bahkan dibeli secara otomatis seperti iklan digital. Iklan luar ruang tidak lagi statis; ia menjadi media yang kontekstual dan terukur, misalnya lewat QR code dan lonjakan pencarian brand.
Penonton semakin banyak menonton konten di smart TV melalui aplikasi streaming. Iklan di Connected TV (CTV) menggabungkan kekuatan layar besar broadcast dengan penargetan ala digital — berdasarkan lokasi, minat, atau demografi.
PT Bali Eka Mediatama membantu dari perencanaan sistem (ERP, CRM, data) hingga kampanye iklan online, offline, bandara, dan broadcast.