Memilih Inverter PLTS: Growatt, Huawei, atau GoodWe?
Panduan memilih inverter PLTS on-grid dan hybrid: kapasitas, MPPT, satu atau tiga fase, kompatibilitas baterai, serta gambaran lini Growatt, Huawei, dan GoodWe.
Baca artikelCara kerja PLTS atap, berapa kWp yang dibutuhkan, berapa penghematan tagihan PLN, dan langkah memasangnya di rumah, villa, atau usaha di Bali.
Tagihan listrik villa yang menyalakan AC dan pompa kolam sepanjang hari, atau toko dan kantor yang lampunya menyala sejak pagi, sering menjadi salah satu biaya tetap terbesar. Di Bali, sinar matahari tersedia hampir sepanjang tahun — dan atap yang selama ini hanya melindungi dari hujan bisa ikut menghasilkan listrik. Itulah ide dasar PLTS atap (pembangkit listrik tenaga surya di atap).
Panel surya mengubah cahaya matahari menjadi listrik arus searah (DC). Inverter mengubahnya menjadi arus bolak-balik (AC) 230 V yang sama dengan listrik PLN, lalu mengalirkannya ke peralatan di gedung. Bila memakai sistem hybrid, kelebihan energi siang hari disimpan ke baterai LiFePO4 untuk dipakai sore dan malam.
Selama panel menghasilkan listrik, peralatan memakai energi surya lebih dulu; kekurangannya otomatis ditutup oleh PLN atau baterai. Pengguna tidak perlu memindah saklar apa pun.
Ukuran PLTS dinyatakan dalam kWp (kilowatt-peak). Di Bali, 1 kWp umumnya menghasilkan sekitar 4–4,5 kWh per hari setelah rugi-rugi sistem, tergantung lokasi, arah atap, dan bayangan. Rumus sederhananya:
| Profil (ilustratif) | Tagihan/bln | Porsi siang | Perkiraan kapasitas |
|---|---|---|---|
| Rumah 2.200 VA | Rp800 rb | 35% | ±1,5–2 kWp |
| Villa 3 kamar 7.700 VA | Rp2,5 jt | 50% | ±5–6 kWp |
| Toko / kantor 11 kVA | Rp3 jt | 70% | ±10–11 kWp |
Angka di atas hanya ilustrasi. Hasil yang lebih tepat bisa Anda hitung di Kalkulator PLTS Balieka, yang memakai data radiasi matahari berdasarkan titik lokasi Anda di peta.
Sejak berlakunya Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap, kelebihan listrik yang mengalir ke jaringan PLN tidak lagi dihitung sebagai pengurang tagihan. Kapasitas pemasangan juga mengikuti kuota yang ditetapkan per sistem kelistrikan, dan permohonan diajukan melalui kanal resmi PLN.
Konsekuensinya sederhana: rancang PLTS untuk dipakai sendiri. Sistem yang terlalu besar dibanding pemakaian siang justru membuang energi. Bila sebagian besar pemakaian terjadi malam hari, pertimbangkan sistem hybrid dengan baterai.
Harga terpasang berbeda menurut merek, jenis atap, dan kerumitan instalasi. Sebagai gambaran kisaran pasar 2026, sistem on-grid berada di kisaran belasan juta rupiah per kWp, sedangkan sistem hybrid lebih tinggi karena inverter hybrid dan baterai. Penghematan dihitung dari kWh surya yang benar-benar terpakai × tarif PLN Anda.
Untuk bisnis dengan pemakaian siang tinggi (toko, kantor, restoran), balik modal biasanya lebih cepat dibanding rumah tinggal yang pemakaian utamanya malam. Kalkulator kami menampilkan estimasi biaya, penghematan bulanan, arus kas 25 tahun, dan titik balik modal — lengkap dengan asumsi yang bisa Anda ubah.
Harga panel terus turun, efisiensi panel tipe-N kini umum di atas 21%, dan baterai LiFePO4 makin terjangkau. Ke depan, PLTS akan semakin terhubung dengan sistem manajemen gedung, pengisian kendaraan listrik, dan pemantauan berbasis data — topik yang juga kami bahas di artikel IoT & smart building.
Ya, tetapi lebih sedikit. Karena itu perhitungan memakai rata-rata bulanan dari data satelit, termasuk bulan-bulan musim hujan.
Sistem on-grid biasa akan berhenti demi keselamatan petugas jaringan. Agar beban penting tetap menyala, gunakan inverter hybrid dengan baterai.
Panel berkualitas umumnya bergaransi kinerja 25–30 tahun dengan penurunan produksi sekitar 0,4–0,5% per tahun; inverter biasanya perlu diganti sekali dalam masa itu.
Panel modern sekitar 12–15 kg/m² termasuk rangka. Survei teknis tetap diperlukan untuk memastikan struktur dan jenis penutup atap.
PT Bali Eka Mediatama membantu dari jaringan, cloud, keamanan, software, data, ERP & CRM hingga kampanye iklan online, offline, bandara, dan broadcast.